Kampus sering memblokir akses ke sumber akademik penting, ISP mengthrottle kecepatan saat download paper, dan jaringan wifi publik di kafe menjadi ajang pemantauan data. Mahasiswa butuh privasi tanpa harus mengorbankan uang makan. Di bawah 30 ribu rupiah per bulan, pilihan memang terbatas—tapi bukan berarti tidak ada.

Kenapa Mahasiswa Butuh VPN (Selain untuk Netflix)
Kebutuhan mahasiswa spesifik: akses Google Scholar yang tiba-tiba error, database JSTOR yang hanya bisa dari IP kampus, atau risiko man-in-the-middle di jaringan kampus yang terbuka. Tanpa perlindungan, NIM, password portal, dan data penelitian bisa terekspos.
VPN bukan sekadar alat buka blokir. Ia membuat terowongan terenkripsi antara device dan internet. Minimal, gunakan protokol WireGuard atau OpenVPN dengan enkripsi AES-256. Kalau ada yang menawarkan “VPN gratis unlimited” tanpa menyebutkan protokol ini, curiga.
Realita Harga: Di Mana Batas “Murah”?
Sebelum daftar, klarifikasi: VPN berkualitas di bawah 30 ribu sangat langka. Kebanyakan layanan premium berada di kisaran 40-60 ribu per bulan (jika langganan tahunan). Angka 30 ribu hanya bisa dicapai melalui paket 3 tahunan, promo sesaat, atau memanfaatkan tier gratis yang dignifikasi.
Saya akan sebutkan harga real-time dalam USD dan konversi ke IDR (kurs Rp15.500). Jika ada yang “lebih mahal” sedikit, saya jelaskan mengapa masih masuk akal untuk dipertimbangkan.
7 Opsi VPN yang Masuk Akal untuk Budget Mahasiswa
1. Atlas VPN – Paket 3 Tahun di Bawah Rp22.000/Bulan
Ini satu-satunya VPN premium yang secara konsisten menawarkan harga di bawah ambang batas. Paket 3 tahunan $49.99 (sekali bayar) setara Rp775.000 atau Rp21.500/bulan.
Keuntungan: 1.000+ server di 49 lokasi, protokol WireGuard, dan no-logs policy yang diaudit. Kekurangan: milik Nord Security (sama seperti NordVPN) yang berbasis di Panama—cukup aman, tapi konsolidasi pasar mengkhawatirkan. Kecepatan cukup stabil untuk Zoom kuliah online.
Catatan penting: Hindar tier gratis Atlas VPN yang hanya 5GB/bulan dan 3 lokasi. Tidak cukup untuk riset intensif.
2. Proton VPN Free – Gratis Tanpa Batas Data
Bukan gimmick. Proton VPN dari perusahaan yang sama dengan Proton Mail ini menawarkan versi gratis tanpa batas bandwidth di 5 lokasi (Amerika, Belanda, Jepang). Enkripsi AES-256, protokol WireGuard, dan no-logs policy yang terbukti di pengadilan.
Kekurangannya: kecepatan tidak diutamakan, kadang lambat saat jam sibuk. Tidak bisa unblock streaming. Tapi untuk akses portal akademik dan browsing aman di kafe? Lebih dari cukup. Tidak ada iklan, tidak ada data yang dijual.
3. Windscribe – Build A Plan di Kisaran Rp30.000
Windscribe memiliki tier gratis 10GB/bulan (cukup untuk browsing ringan). Tapi fitur uniknya adalah “Build A Plan” di mana Anda bisa beli server spesifik seharga $1/lokasi per bulan. Ambil 2 lokasi (misal: US & UK) = $2/bln atau Rp31.000.
Protokol: WireGuard, OpenVPN, IKEv2. No-logs policy jelas di website. Kecepatan stabil dan bisa unblock beberapa streaming. Server di 63 negara. Ini fleksibel: bayar hanya yang Anda butuhkan.
4. Private Internet Access (PIA) – Rp31.500 (Hampir Target)
Paket 3 tahunan PIA seharga $79 (sekali bayar) = Rp31.500/bulan. Sedikit di atas budget, tapi layak disebutkan karena reputasi: no-logs policy yang sudah diuji di pengadilan (dua kali), open-source apps, dan 35.000+ server.
Protokol WireGuard dan OpenVPN dengan enkripsi tingkat militer. Ada kill switch permanen dan split tunneling. Berbasis di Amerika (masalah untuk beberapa orang), tapi kebijakan privasi kuat. Ini opsi “serius” untuk mahasiswa IT yang butuh kontrol penuh.
5. PrivadoVPN Free – 10GB Data Berkualitas Tinggi
Tier gratis PrivadoVPN memberikan 10GB/bulan di 12 server termasuk US, UK, Jerman, Swiss. Enkripsi AES-256, protokol WireGuard, dan no-logs policy yang jelas. Kecepatan tidak dibatasi secara drastis.
Setelah 10GB habis, kecepatan turun menjadi 1Mbps—masih cukup untuk email dan browsing ringan. Ini alternatif Proton VPN jika butuh server Eropa lebih banyak. Aplikasi ringan dan tidak lag di laptop tua.
6. Surfshark (Promo 2 Tahun) – Rp38.000 (Bonus Jika Ada Dana Ekstra)
Saya sertakan ini sebagai “stretch goal”. Promo 2 tahun $59.76 = Rp38.000/bulan. Lebih mahal, tapi fitur luar biasa: server di 100+ negara, CleanWeb (ad blocker), dan unlimited devices. Satu akun untuk teman satu kos.
Protokol WireGuard sangat cepat. No-logs policy diaudit. Berbasis di Belanda. Jika Anda bisa mengumpulkan 2-3 teman, cost per orang turun menjadi Rp12.700. Ini contoh bagus bagaimana “murah” bisa relatif.
7. VPN Unlimited (Lifetime Deal) – Rp20.000/Bulan (Jika Dibagi 5 Tahun)
KeepSolid VPN Unlimited sering menawarkan lifetime license seharga $199. Jika Anda pakai selama 5 tahun, itu Rp20.800/bulan. Beresiko karena perusahaan bisa bangkrut, tapi KeepSolid sudah eksis sejak 2013.
Server di 80+ lokasi, protokol WireGuard dan OpenVPN. Logging policy cukup jelas meskipun tidak seketat Proton. Ini investasi jangka panjang—cocok untuk mahasiswa S1 yang butuh VPN sampai S3.
Perbandingan Spesifikasi Langsung
| VPN | Harga/Bl (IDR) | Data Limit | Server | Protokol | Logging | Best For |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Atlas VPN | Rp21.500 | Tak terbatas | 1.000+ | WireGuard | No-logs | Streaming ringan |
| Proton VPN Free | Gratis | Tak terbatas | 5 lokasi | WireGuard | No-logs | Riset akademik |
| Windscribe Build | Rp31.000 | 10GB-50GB | 2 lokasi* | WireGuard | No-logs | Kustomisasi |
| PIA | Rp31.500 | Tak terbatas | 35.000+ | WireGuard | No-logs | Pengguna advanced |
| PrivadoVPN Free | Gratis | 10GB/bln | 12 lokasi | WireGuard | No-logs | Backup VPN |
| Surfshark | Rp38.000 | Tak terbatas | 3.200+ | WireGuard | No-logs | Sharing akun |
| VPN Unlimited | Rp20.800* | Tak terbatas | 80+ lokasi | WireGuard | Minimal | Jangka panjang |
*Harga VPN Unlimited diasumsikan pakai 5 tahun. Windscribe Build A Plan: 2 lokasi pilihan.
Risiko Menggunakan VPN “Terlalu Murah”
Harga di bawah 30 ribu sering menjadi red flag. Beberapa layanan murah mencari profit dari penjualan data, menanam malware di aplikasi, atau menggunakan enkripsi lemah. Indikasi bahaya:
- Tidak ada privacy policy jelas di website resmi
- Registrasi di negara tanpa perlindungan data (seperti China atau Rusia)
- Hanya menawarkan protokol kustom (bukan WireGuard/OpenVPN)
- Review aplikasi di Play Store penuh keluhan iklan
Atlas VPN dan Proton VPN lolos audit independen. Windscribe dan PIA open-source sebagian. Itu yang membuat mereka “worth it” meskipun murah.
Praktik Aman untuk Mahasiswa
Miliki VPN bukan berarti invulnerabel. Kombinasikan dengan:
- 2FA di semua akun kampus. VPN tidak melindungi jika password Anda bocor.
- DNS-over-HTTPS di browser. Aktifkan di Firefox/Chrome settings. VPN bisa leak DNS.
- Matikan VPN saat akses e-banking lokal. Bank kadang block IP asing.
- Gunakan kill switch di VPN settings. Jika VPN drop, internet mati total—jangan sampai data bocor.
- Cek IP leak di ipleak.net setiap kali install VPN baru.
Perlu diingat: VPN melindungi data dalam transit, bukan data yang Anda upload secara sadar ke Google Drive atau Dropbox. Enkripsi end-to-end tetap menjadi tanggung jawab Anda.
Kesimpulan: Mana yang Paling Worth It?
Jika Anda strict di bawah 30 ribu dan butuh VPN untuk riset + kuliah online: Proton VPN Free adalah jawaban paling aman. Tidak ada batasan data, privasi terjamin, dan cukup stabil untuk Zoom.
Jika butuh unblock streaming dan download paper tanpa batas: Atlas VPN paket 3 tahunan di Rp21.500/bulan adalah satu-satunya premium yang masuk kriteria. Asalkan Anda nyaman dengan risiko perusahaan besar.
Untuk mahasiswa IT yang butuh kontrol penul: Windscribe Build A Plan atau PIA sedikit di atas budget tapi memberikan transparansi open-source.
Ingat: free VPN yang tidak jelas asal-usulnya lebih mahal di masa depan ketika data Anda dijual. Investasikan waktu membaca privacy policy sama pentingnya dengan menghemat uang.




