VPN gratis sering jadi perangkap klasik: Anda tidak membayar dengan uang, tapi dengan data pribadi. Kekhawatiran ini makin nyata ketika VPN tersebut ditanamkan langsung di browser yang Anda gunakan setiap hari. Opera menawarkan VPN bawaan tanpa biaya, tapi apakah ini solusi cerdas atau justru lubang keamanan tersembunyi? Mari kita teliti fakta di balik fitur yang terlalu mudah ini.
Opera VPN: Bukan VPN, Tapi Proxy Browser
Sebelum membahas keamanan, kita perlu klarifikasi teknis kritis. Opera VPN sebenarnya bukan VPN sejati. Ini adalah proxy berbasis browser yang mengenkripsi lalu lintas HTTPS saja. Bedanya substansial: VPN sejati mengarahkan seluruh trafik internet dari perangkat Anda melalui terowongan terenkripsi, sementara Opera hanya melindungi aktivitas di dalam browser itu sendiri.

Aplikasi di luar Opera—seperti email client, aplikasi perbankan mobile, atau game online—tidak mendapatkan perlindungan sama sekali. Jika Anda mencari privasi menyeluruh, ini batasan fundamental yang tidak bisa diabaikan.
Analisis Kebijakan Privasi: Apa Data yang Dikumpulkan?
Opera Software mengklaim tidak menyimpan log aktivitas browsing. Namun, spesialis keamanan tahu bahwa “tidak log” selalu perlu dikualifikasi. Berdasarkan kebijakan privasi terkini (2024), Opera VPN tidak menyimpan:
- History browsing Anda
- Alamat IP asli
- Konten data yang ditransmisikan
Tapi Opera tetap mengumpulkan metadata operasional: timestamp koneksi, jumlah data yang ditransfer, dan lokasi server yang Anda pilih. Ini masih jauh lebih minimal dibandingkan banyak VPN gratis lainnya, tapi bukan zero-log absolut.
Jurisdiksi dan Kewajiban Hukum
Opera berbasis di Norwegia, yang berada di yurisdiksi 9-Eyes Alliance. Ini berarti data operasional yang tersimpan bisa dipaksa diserahkan melalui proses hukum yang sah. Norwegia punya undang-undang privasi yang kuat, tapi tetap saja tidak di luar jangkauan kerjasama intelijen internasional.
Model Bisnis: Siapa yang Membayar Tagihan Server?
Ini pertanyaan paling krusial. Opera adalah perusahaan publik yang harus menghasilkan uang. VPN gratis mereka tidak muncul dari kebaikan hati. Pendapatan utama Opera berasal dari:
- Iklan bawaan browser (dengan profil pengguna)
- Komisi dari mesin pencari bawaan
- Produk fintech terintegrasi
Secara teknis, Opera menyatakan tidak menjual data VPN Anda ke pihak ketiga. Tapi browser itu sendiri mengumpulkan data penggunaan luas untuk personalisasi iklan dan fitur. VPN dan browser berjalan dalam satu ekosistem, dan pemisahan data di antara keduanya tidak pernah 100% transparan.
Warning Kritis: Jika Anda login ke akun Opera saat VPN aktif, aktivitas VPN bisa terkait dengan profil pengguna Anda. Ini membuat anonimitas VPN menjadi teoretis belaka.
Kelebihan yang Nyata (Bukan Mitos)
Meski banyak catatan, VPN Opera punya beberapa keunggulan objektif:
- Tidak ada batasan bandwidth – benar-benar gratis tanpa kuota harian
- Tidak perlu registrasi – bisa langsung aktif tanpa email atau akun
- Tiga lokasi server (Eropa, Amerika, Asia) cukup untuk bypass konten sederhana
- Integrasi mulus – satu klik di address bar, tidak perlu aplikasi terpisah
Untuk pengguna kasual yang hanya butuh melewati pemblokiran regional ringan di situs streaming atau berita, ini bisa jadi alat darurat yang cukup efektif.
Kekurangan dan Risiko Nyata
Sekarang ke sisi gelap yang perlu dipertimbangkan serius:
1. Enkripsi Tidak Standar Industri
Opera tidak menerbitkan detail spesifik protokol enkripsi mereka. Tidak ada audit independen yang dipublikasikan. Kita harus asumsi mereka menggunakan TLS standar, tapi tanpa transparansi, ini adalah kotak hitam.
2. Tidak Ada Kill Switch
Jika koneksi proxy putus, lalu lintas Anda langsung kembali ke IP asli tanpa peringatan. Fitur keamanan dasar ini absen, dan itu risiko nyata bagi aktivitas sensitif.
3. Logging DNS dan Browser Fingerprint
Meski IP tersembunyi, Opera masih bisa melihat query DNS Anda. Browser fingerprinting juga tetap berfungsi, artinya Anda masih bisa dilacak secara unik meski berganti IP.
4. Ketergantungan pada Perusahaan Tunggal
Menggunakan VPN dari pembuat browser berarti Anda memberikan kepercayaan total pada satu entitas untuk semua data digital Anda. Ini kontras prinsip diversifikasi risiko dalam keamanan siber.
Perbandingan: Opera VPN vs VPN Premium
| Fitur | Opera VPN (Gratis) | VPN Premium (Contoh: Mullvad, ProtonVPN) |
|---|---|---|
| Cakupan Lalu Lintas | Hanya browser Opera | Seluruh perangkat |
| Kebijakan Log | Log metadata minimal | No-log audited, independen |
| Enkripsi | Tidak dipublikasikan | AES-256, OpenVPN/WireGuard |
| Kill Switch | Tidak ada | Standar |
| Jumlah Server | 3 lokasi generik | 1000+ server di 50+ negara |
| Kecepatan | Bervariasi, tidak dijamin | Teroptimasi, bandwidth tinggi |
| Biaya | Gratis (termasuk data) | ±$5-10/bulan |
Kesimpulan: Untuk Siapa dan Kapan?
Opera VPN bukanlah alat keamanan tingkat tinggi. Ini adalah proxy ringan untuk kenyamanan browsing, bukan solusi privasi komprehensif. Jika Anda hanya butuh akses berita yang diblokir di kafe tanpa install aplikasi, itu bisa diterima.
Tapi untuk aktivitas yang memerlukan privasi nyata—akses dari negara represif, file sharing sensitif, atau perlindungan dari surveillance—Opera VPN adalah pilihan yang tidak tepat. Risiko kombinasi logging, kurangnya transparansi teknis, dan integrasi dengan ekosistem iklan Opera terlalu besar.
Rekomendasi Praktis: Gunakan Opera VPN hanya untuk tugas non-kritis dan jangan pernah login ke akun sensitif saat mode aktif. Untuk keamanan sehari-hari, investasikan pada VPN premium yang terbukti aman atau pertimbangkan Tor Browser untuk anonimitas maksimal.
Privasi digital bukan produk gratis. Kadang biaya nyatanya justru data Anda sendiri.




